Plat L Comeback dengan Delapan Single Baru

-Usung Nasionalisme, Penutur dan Penuntun Generasi Muda-

 

Publik pecinta musik di Surabaya, utamanya generasi tahun '90an, pasti tak asing dengan Plat L. Bukan plat nomor Surabaya, tapi grup musik yang cukup populer. Berjuang sekian tahun di jalur indie, mereka berhasil merebut hati para penggemar. Setelah 7 tahun vakum merilis album, Plat L comeback dengan album Generasi Merah Putih.

 

Tinggi besar, berambut panjang berwarna kuning. Tampilan Iyus Reptil, vokalis Plat L masih tetap sama seperti dulu. Musisi memang begitu. Seolah tak pernah menua. Padahal usianya hampir menginjak setengah abad. Namun untuk usia pastinya, ia merahasiakan. "Tidak usah bicara umur. Biar dikira masih muda," ujarnya. Kemudian tertawa.

 

Jika tak ada jadwal manggung, sehari-hari Iyus selalu nongkrong di Kedai Plat L yang terletak di Jalan Pakis Tirtosari VII no 6, Surabaya. Kedai itu memang menjadi base camp Plat L sekaligus tempat berkumpulnya para fans beserta kawan-kawan musisi. Saat itu, 10 Mei, Iyus ditemani oleh Jay Metalman, keyboardis Plat L.

 

Iyus, Vokalis Plat L

 

Bandnya, Plat L meski sering konser, sudah tujuh tahun tak merilis album. Padahal lagu-lagu baru terus diciptakan sampai menumpuk. "Terakhir 2005 kami luncurkan album ketiga. Setelah itu sibuk konser dan sebagian personel ada yang bekerja juga," terangnya.

 

Gairah untuk merilis album baru rupanya muncul pada 2022. Iyus dan kawan-kawan bersiap menelurkan album keempat bertema nasionalisme. Berawal dari keprihatinan terhadap semakin minimnya lagu-lagu yang menyuarakan rasa cinta tanah air serta menanamkan wawasan kebangsaan. "Padahal musisi bisa punya kontribusi besar dalam menyuarakan hal itu. Lihat saja WR Supratman atau Gombloh dengan lagu-lagu pembakar semangatnya," ungkapnya.

 

Judul album terbaru Plat L adalah Generasi Merah Putih. Berbeda dari kebanyakan musisi yang merilis album dulu baru kemudian merilis video klip, Plat L memilih memopulerkan satu demi satu single mereka dalam format video klip. Setelah itu baru meluncurkan album. Setidaknya terdapat delapan materi single dalam album mereka.

 

Dalam comeback tahun ini, Plat L memiliki beberapa misi. Pertama, sebagai band yang eksis sejak era '90an, mereka kini telah matang dalam hal pemikiran dan musikalitas. Tentu kedewasaan tersebut membuat mereka ingin memanfaatkan musik sebagai sarana penutur dan penuntun bagi generasi muda. Khususnya dalam menyuarakan nasionalisme dan religiusitas.

 

Kedua, lewat album keempat, Plat L ingin menunjukkan karya yang lebih bersifat monumental. Yakni dengan memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara berupa penanaman semangat nasionalisme.

 

Ketiga, setelah vakum sekian lama dalam merilis album, masing-masing personel merasakan kesamaan dalam hal penggalian wawasan serta pencarian jati diri. Yakni bermuara pada sisi kecintaan terhadap tanah air, cenderung religius dan memaknai kedekatan antara manusia dengan Tuhan.

 

Seperti dalam single-single album sebelumnya, Plat L tetap mengusung progressive rock. Namun single pertamanya, Makna Hadirmu yang diunggah dalam akun YouTube Plat L pada Februari lalu, menunjukkan sisi melankolis meski nuansa yang dihadirkan masih berada dalam bingkai rock.

 

"Makna Hadirmu hanya menggunakan instrumen keyboard dan vokal saja. Kami ingin menunjukkan bahwa genre rock juga dapat dimainkan dengan syahdu. Mengusung warna romantik. Supaya orang tahu bahwa literasi rock sangat luas," ujar Jay, sang keyboardis. Musikalitas tersebut sedikit banyak merupakan langkah penyesuaian terhadap selera pasar. Namun tak serta merta menggadaikan idealisme. "Masih ada unsur masa lalu. Terdapat selipan kritik, tapi lebih filosofis. Lebih membangun. Makna Hadirmu bercerita tentang sosok ibu. Ibu Pertiwi," tambahnya.

 

Plat L memang dikenal oleh publik Surabaya sebagai band berskill tinggi. Influence mereka adalah Dream Theatre. Pada kemunculan awalnya, saat konser mereka kerap membagi komposisi lagu-lagu yang dibawakan. Yakni 50 persen cover Dream Theatre, 50 persen adalah lagu karya pribadi.

 

Sebelum bernama Plat L, band tersebut bernama Pumars atau Putra Mardi Siwi. Yakni band yang selalu diisi oleh para siswa SMA Mardi Siwi, dari generasi ke generasi. Namun pada generasi keempat, Iyus yang tidak tercatat sebagai siswa Mardi Siwi diajak bergabung karena band tersebut sedang kekurangan vokalis. Mereka cukup aktif manggung hingga vakum. Hanya menyisakan Iyus seorang.

 

Karena bukan siswa SMA Mardi Siwi, pihak sekolah melarang Iyus memakai nama tersebut. Ia pun mengubah namanya menjadi Plat L. Selain menandakan identitasnya sebagai band asli Surabaya, Plat L adalah singkatan dari Prakawis Laku Amarga Tumuju Lillah. Artinya, segala tingkah laku harus dilandasi dengan semangat keiklasan.

 

Plat L

 

Rupanya nama tersebut membawa hoki. Penampilan atraktif Iyus dan kawan-kawan membuatnya tak pernah sepi jadwal konser. Mulai dari ujung timur Pulau Jawa hingga Madura telah dijelajahi. Panggung-panggung pensi, bintang tamu di berbagai institusi pun telah dijajaki. Pada tahun 2000, mereka merilis album berjudul Plat L. Single hitsnya adalah Tembang Putri dan Pahlawan Imitasi. Lagu Pahlawan Imitasi berkisah tentang seorang pejabat yang kabur ke luar negeri usai kasus penembakan dan penculikan pada peristiwa Reformasi 1998.

 

Pada tahun 2002, Plat L merilis album kedua bertajuk Revolusi. Single hits instrumentalianya berjudul sama dengan nama album, juga sebuah single berjudul Si Kimpriks. Kemudian pada 2005, Plat L menelurkan album Dedicated to Persebaya. Sebuah lagu hits berjudul Aku Haus Gol Kamu menjadi tembang yang acap dibawakan pada pertandingan Persebaya, serta pemberitaan-pemberitaan media massa yang memuat tentang klub Sepakbola tersebut. "Ketika itu Surabaya sedang punya hajatan sebagai tuan rumah Piala Champions Asia. Persebaya belum punya lagu baru. Kami didorong menciptakan lagu dalam waktu dua minggu. Alhamdulillah selesai," ungkap alumni AWS Stikosa tersebut.

 

Akhir Mei nanti, kelima personel Plat L akan mengunggah single keduanya berjudul Generasi Merah Putih. Video klipnya akan sangat menarik, karena diwarnai adegan pengibaran bendera merah putih di dasar laut oleh seorang perwira TNI AL. "Masih dengan nuansa rock. Kami turut berjuang dalam mengembalikan kejayaan musik rock di Surabaya. Semoga tercapai," pungkas Iyus. Lantas ia bersama Jay tampil di panggung kedai Plat L. Membawakan lagu-lagu terbarunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *