Menguak Terapi Teknologi Resonansi Metafakta Sehat Tentrem (3)

Pemrakarsa terapi Teknologi Resonansi Metafakta Sehat Tentrem adalah Mas Subki Azal Tsani. Dalam hal pengerjaan instrumental Oxytron, Mas Subki melibatkan Indra Qadarsih, ex keyboardis Slank yang kini tercatat sebagai keyboardis BIP. Putra mendiang artis Titi Qadarsih itu juga kerap sharing seputar manfaat Oxytron pada masyarakat umum.

 

Untuk membantu pasien mencapai kondisi rileks, membutuhkan bantuan musik rileksasi. Terapis Teknologi Resonansi Metafakta Sehat Tentrem, Oktovan Iwan Priswanto, memanfaatkan instrumen Oxytron. "Musik instrumentalia relaksasi itu digagas oleh Mas Subki. Penggarapan pola musiknya melibatkan keyboardis Indra Qadarsih," ungkapnya.

 

Oxytron merupakan singkatan dari "Oksigen" atau "Oxygen" dan "Elektron". Dua hal tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Oksigen diperlukan sel untuk mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti aktivitas fisik, penyerapan makanan, membangun kekebalan tubuh, pemulihan kondisi tubuh, juga penghancuran beberapa racun sisa metabolisme.

 

Sedangkan elektron atau elektrolit, merupakan mineral dalam tubuh yang memiliki muatan energi. "Sehingga tak jarang kita menemukan minuman ber-elektrolit," ungkapnya. Kandungan elektrolit berada pada darah, urine, dan cairan tubuh. Jika elektrolit seimbang, maka dapat memudahkan kerja otot, darah, dan fungsi tubuh yang lain. Elektrolit yang dibutuhkan tubuh adalah natrium, kalsium, kalium, klorida, fosfat, dan magnesium. Lazimnya, sumber elektrolit diperoleh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi.

 

Para Pasien Terapi Abah Iwan di Pakis Tirtosari

 

Namun, musik pun dapat meningkatkan kadar oksigen dan elektrolit dalam tubuh manusia. "Frekuensi dalam musik Oxytron diatur sedemikian rupa agar selain rileks, juga meningkatkan kadar oksigen dan elektron," ujarnya.

 

Selain meningkatkan dua kadar tersebut dalam tubuh, rupanya musik relaksasi Oxytron dapat meningkatkan kadar oksigen pula untuk lingkungan sekitar. "Maka ketika sedang diterapi di atas meja cahaya, meski ruangannya tertutup tapi tak terasa pengab. Sebab, kadar oksigen meningkat berkat frekuensi yang dihasilkan musik tersebut," ujar pria 46 tahun itu.

 

Hawa sejuk dalam ruangan terapi Abah Iwan yang tertutup rapat itu terjadi karena frekuensi musik Oxytron menarik ion negatif yang betebaran di lingkungan ruangan tersebut. Sehingga hawa panas, lembab, pengab yang lazim ada dalam ruangan tertutup tak terasa sama sekali.

 

Peningkatan kadar oksigen dalam lingkungan dan tubuh terjadi karena frekuensi instrumen musik telah diatur sedemikian rupa. Khasanah penelitian ilmiah pun banyak menuliskan manfaat terapi musik, bahkan musik dapat digunakan pula dalam berbagai hal, seperti peternakan dan pertanian.

 

"Jika dalam sebuah peternakan ayam, misalnya, disetel musik relaksasi, maka dapat menghindarkan stress pada hewan. Tumbuhan pun begitu. Jika diletakkan musik relaksasi di sampingnya, dapat tumbuh lebih subur," ujarnya.

 

Mas Subki sebagai kreator Oxytron telah memelajari dan melakukan penelitian panjang tentang khasiat musik selama bertahun-tahun hingga memicu ketertarikan Indra. Ia pun memutuskan berkecimpung dalam Teknologi Resonansi Metafakta Sehat Tentrem.

 

Melalui akun instagram, Indra banyak meladeni siapa pun yang ingin berkonsultasi soal musik Oxytron. Ia kerap menguraikan beberapa judul instrumen Oxytron untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu. "Selain itu musik ini dapat mengikat ion negatif dalam tubuh maupun dalam lingkungan. Sekaligus menciptakan gelombang elektromagnetik yang bisa memengaruhi kondisi tubuh," tulisnya dalam kolom komentar, menanggapi seorang penanya.

 

Musik Oxytron Manunggaling Kawula Gusti, misalnya. Jika diperdengarkan, pasien yang mengalami keluhan cukup berat akan merasakan getaran pada kulit dan jari-jari kaki. "Betul, saya waktu awal diterapi merasakan getaran itu. Rasanya seperti kesemutan," ujar Nining Yus, salah seorang pasien. Ketika dua-tiga kali diterapi, dia tak merasakannya lagi.

 

Getaran tersebut adalah efek dari gelombang elektromagnetik itu. "Musik Oxytron adalah bentuk terapi pengobatan tanpa residu. Hanya pakai frekuensi saja," ujar Abah Iwan. Besar kecilnya kadar elektromagnetik yang dihasilkan oleh musik Oxytron, dihasilkan oleh gelombang suara yang berkaitan dengan pemilihan notasi, karakter suara, tempo, volume dan frekuensi.

 

Maka wajar bila Oxytron sebagai media penyembuh memiliki beberapa judul instrumen yang khusus untuk diperdengarkan oleh pasien yang memiliki jenis penyakit tertentu. "Bukan musik brainwave. Mas Subki dan Indra memakai synthesizer, mengatur harmoni dan frekuensi yang selaras dengan frekuensi semesta atau alam sekitar," ujar ayah empat anak itu.

 

Anak kecil pun dapat merasakan manfaatnya

 

Maka, selain sebagai relaksasi, juga sebagai penyelaras energi dalam tubuh yang dapat membantu kinerja metabolisme. Karena khasiatnya, banyak pasien yang tertolong dengan menjalani terapi Teknologi Resonansi Metafakta ST menggunakan media musik, meja cahaya dan tongkat. Migrain, flu, alergi dapat disembuhkan. Termasuk penyakit berat seperti jantung, stroke hingga kanker.

 

Jika ingin merasakan khasiat musik Oxytron secara maksimal, dapat mencoba mengikuti terapi Teknologi Resonansi Metafakta Sehat Tentrem, atau mendengarkan melalui live performance yang biasanya dilakukan oleh Indra. "Rencananya nanti bulan Juni ada pementasan Oxytron di Jombang," ungkap Abah Iwan. Namun jika tak sempat, siapa saja yang tertarik dapat membeli instrumental Oxytron tersebut langsung pada Indra maupun via e-commerse.

 

Tapi tak jarang orang menganggap metode terapi Abah Iwan sebagai klenik atau mistik. Malah Indra pun sempat dianggap membuat musik mistik. "Padahal penggagas terapi ini telah melakukan penelitian panjang. Berlandaskan jurnal ilmiah kesehatan. Sangat ilmiah dan terukur. Tak ada nuansa klenik," ungkapnya.

 

Begitu pun terapi cahaya. Meja yang digunakan adalah meja beratap kaca dengan gambar membentuk pola bintang segi delapan, yang tiap sudutnya memendarkan cahaya yang mampu menyesuaikan pola frekuensi energi pada tubuh. Paduan metode terapi tersebut dapat membuat frekuensi diri seseorang dapat selaras dengan frekuensi semesta. Serta dapat terhindar dari geophatic stress.

 

*Bersambung...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *