Haruka Shirakawa: Tarot Reader Termuda se-Indonesia (2)

Menjadi tarot reader pada usia belia tentu tak mudah. Haruka Shirakawa telah melalui berbagai tahapan dan bimbingan spiritual dari papanya, Wen Shi Liem Tiong Yang.

 

Dewa Bumi Fu De Zheng Sheng memilih Haruka sebagai pembawa patungnya. Diambil dari Kelenteng Hok Swie Bio, Bojonegoro, untuk dibawa ke Kelenteng Ba De Miao, Surabaya. Dia terpilih berkat pesan metafisik yang diterima oleh papanya.

 

Namun sepanjang perjalanan pulang dari Bojonegoro ke Surabaya, pada 2020, Haruka mengalami keanehan. Di dalam mobil, dia terus bernyanyi dan bernyanyi. Tanpa henti. Dengan patung Fu De Zheng Sheng yang berada di sisinya.

 

Selama 3 jam Haruka terus bernyanyi. Berhenti sejenak ketika mamanya, Olivia Yunita, bertanya tentang keanehan puterinya itu. Olivia khawatir, namun, Liem segera menenangkannya. “Jarno ae. Wes menengo ae ma, gak opo-opo,” ujarnya. Ia berkata bahwa Olivia tak perlu khawatir. Karena gelagat itu baginya adalah hal yang wajar.

 

“Energi dari patung yang sudah di-kiemshin atau disucikan, sedang proses sinkronisasi dengan energi Haruka. Dampaknya seperti itu,” ujar Liem, ketika ditemui bersama puterinya di Kelenteng Boen Bio, Kapasan, Surabaya.

 

Bahkan saat itu Haruka tak merasa haus sama sekali. Meski sudah bernyanyi selama 3 jam. “Aku juga ndak tahu. Kok tenggorokanku bisa kuat ya nyanyi selama itu?,” ujar Haruka polos. Yang ada dalam perasaannya ketika itu hanya ingin menghibur Dewa Bumi. “Entah, pokoknya ingin hibur Kongco Fu De Zheng Shen. Itu saja,” tambahnya.

 

Ketika tiba di Surabaya, sebelum dibawa ke Kelenteng Ba De Miao di Royal Residence, Surabaya, patung tersebut diletakkan terlebih dulu di Kelenteng Boen Bio, Kapasan. Setelah patung diletakkan di kelenteng, Haruka sudah tak bernyanyi lagi. Kembali jadi remaja ceria dan lugu seperti biasanya.

 

Pengalaman keterpilihan itu membuat papanya semakin yakin akan potensi puterinya. Terlebih, sejak kecil Haruka sudah tertarik dengan ilmu fengshui. Dia kerap mendampingi ketika Liem menerima klien. "Juga sering bertanya. Bahkan memberi contoh kasus. Misalnya, posisi rumah dan penataan interior seperti ini, apakah baik atau buruk. Bila buruk, harus bagaimana, dan sebagainya," ungkap pria 59 tahun itu.

 

Saat duduk di bangku SMP, tepatnya pada 2017, Haruka mulai tertarik dengan tarot. Mulanya dia sedang berselancar menggunakan YouTube. " Tiba-tiba muncul di beranda, tentang video orang yang meramal tarot. Saya penasaran. Kok asyik," ujar remaja 18 tahun itu.

 

Dengan tarot, peramal yang dilihatnya itu mampu memprediksi beberapa kejadian. Bahkan orang itu membuka sesi ramalan berbayar. Banyak orang konsultasi dan dijawab dengan terlebih dahulu mentransfer sejumlah uang ke rekening. "Aku kan cuma anak sekolah. Masih SMP. Daripada duit dihambur-hamburin buat diramal, mending belajar sendiri. Ya, to? Terus saya tanya Pite (Panggilan sayang pada papanya). Mungkin nggak kalau aku belajar tarot? Katanya bisa," ujarnya.

 

Namun, menguasai tarot tidak bisa sembarangan. Butuh aspek spiritual untuk meningkatkan ketajaman analisa dan prediksi.

 

Tarot berurusan dengan alam bawah sadar klien, yang mentransfer energinya ketika mengocok kartu. Kemudian energi semesta menjawabnya pada tampilan-tampilan kartu yang dipilih. "Energi dan fokus menentukan jawaban yang muncul. Sedangkan kemampuan memrediksi dan menganalisa, bukan dipelajari secara tekstual. Seorang tarot reader harus memiliki insting dipadu dengan kemampuan metafisika," ujar Liem.

 

Maka, untuk membantu Haruka meraih impiannya sebagai tarot reader, Liem menjadi pembimbing baginya. Yang dilakukan pertama kali adalah membangun chemistry antara ayah dan anak. Sebab, jika Haruka memelajari segala sesuatunya sendiri, maka dia hanya berkutat dengan satu unsur dalam dirinya saja dan akan sulit belajar. Sedangkan konsep keseimbangan dalam khasanah metafisik Asia, butuh dua unsur. Yin dan Yang. "Di mana letak unsur satunya? Ada di saya. Saya yang membuka kemampuan spiritualnya," ungkap Liem.

 

WS Liem Tiong Yang, ayah Haruka Shirakawa

 

Caranya adalah dengan membangkitkan cakra dalam diri Haruka. Metode memaksimalkan cakra dalam tubuh biasa ditemui dalam olah yoga ala India. Dalam bahasa sansekerta, cakra berarti pusat-pusat letak energi dalam berbagai titik tubuh manusia yang dilambangkan dengan bentuk roda (cakram).

 

Selama ini konsep cakra tubuh manusia masih diperdebatkan. Bahkan dianggap sebagai pseudo sains. Atau metodologi yang dianggap ilmiah, namun tak sesuai kaidah ilmiah. Tapi, Haruka membuktikan bahwa apa yang diajarkan oleh papanya terbukti dan dapat dirasakan secara langsung. Dampaknya berkaitan dengan kemampuan pembacaan tarot yang dialami saat ini. "Setelah digembleng sama Pite, ya terasa banget. Menganalisa bisa cepat, apalagi menghapal tiap gambar dan menginterpretasi tiap kartu yang jumlahnya lebih dari seratus," ujar bungsu lima bersaudara itu.

 

Dalam proses penggemblengan spiritual, Haruka diwajibkan untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Beribadah rutin serta menjalankan meditasi. Dalam keheningan meditasi, dia mengaku mengalami beberapa kejadian. Penampakan-penampakan gambar berkelindan dalam mata batinnya, yang menurutnya, gambar itu muncul karena kondisi psikis seseorang. "Bukan mistik, ya. Lebih pada halusinasi. Tapi kalau mau bilang sisi mistiknya, itu adalah ujian dari semesta. Ngetes, apa saya khusyuk atau tidak," ungkapnya.

 

"Betul. Jika dalam meditasi terlihat penampakan-penampakan, sebaiknya hiraukan saja. Itu tandanya sedang diuji," ujar Liem. Misalnya, seseorang yang takut hantu, maka dalam meditasinya benar-benar muncul hantu.

 

Lalu penampakan apa yang muncul ketika Haruka bermeditasi? "Pemandangan gunung-gunung dan pantai. Pokoknya yang indah-indah. Mungkin karena aku kurang piknik, ya?," ujarnya. Kemudian tertawa.

 

Jika hanyut dalam penampakan, maka meditasi gagal. Meditasi yang berhasil adalah ketika kondisi seseorang berada dalam keheningan total. Tanpa ada pikiran atau kepentingan yang masih bersemayam dalam benak. Tanpa ada ketakutan.

 

*Bersambung....

 

(Credit Foto: Julian Romadhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *