Haruka Shirakawa, Tarot Reader Termuda se-Indonesia (3)

Kedekatan ayah-anak menentukan kemampuan Haruka dalam membuka ruang spiritual dalam dirinya. Sehingga berpengaruh pada kemampuan membaca tarot. Maka, Haruka cenderung akrab dengan papanya, Wen Shi Liem Tiong Yang.

 

Ketika bersantai di Kelenteng Boen Bio, Liem menunjukkan ponsel miliknya yang “Dibajak” oleh puterinya. Dalam percakapan tersebut, mama Haruka, Olivia Yunita sedang menanyakan suaminya sedang dimana. Tiba-tiba terdapat balasan, “Ada apa sih, Ma? Pite (Panggilan sayang Haruka untuk papanya) lagi sama aku,”. Ditambah emote tertawa. Kemudian dilanjutkan dengan percakapan selanjutnya, “Hapeku dibajak Haruka”. Percakapan terakhir ditulis langsung oleh Liem.

 

Puteri bungsu dari lima bersaudara itu memang sangat dekat dengan papanya. Bahkan mamanya pernah bercerita, saat sedang sakit demam berdarah, Haruka minta ditunggui papanya. “Ngalem kalau sama pite-nya. Kalau sama saya enggak. Mama kerjao aja. Begitu setiap hari,” ujar Olivia. Kemudian tertawa.

 

Kedekatan itu terjadi karena selain keduanya adalah ayah dan anak, dari sisi spiritual, Haruka bergantung pada papanya untuk belajar. Mengasah kemampuan metafisika demi menguasai tarot.

 

Sebab, selain papanya bergelar Wen Shi atau guru agama Konghucu, ia juga seorang spiritualis. Unsur diri dari keduanya juga menunjang. Haruka memiliki unsur keberuntungan bumi berupa logam dan unsur kayu sebagai keberuntungan langit. Sedangkan Liem berunsur air-kayu.

 

Secara unsur, Liem menjelaskan bahwa unsur diri Haruka membutuhkan unsur dari dirinya. Yakni air. Sebab, Haruka kekurangan unsur air. Kebutuhan itu berbuah kedekatan dan ketergantungan.

 

Maka, untuk memenuhi kebutuhan unsur air, serta sebagai pembangkit aura, Haruka kerap mengenakan pakaian hitam. Warna yang menyimbolkan unsur air.

 

Tarot yang digemari Haruka memiliki unsur kayu. “Kartu yang dipakai adalah kertas. Kertas berasal dari kayu. Unsur permainan tarot itu kayu,” ungkap Liem. Kemudian jika tarot dibuka, isinya pembacaan tentang nasib manusia. Dalam diri manusia terdapat 75 persen unsur air. “Jadi isi tarot unsurnya air. Tarot bercerita tentang kehidupan. Energi terbesar alam adalah air. Air juga sumber kehidupan,” tambahnya.

 

Untuk mengasah kemampuan membaca tarot, Haruka butuh penguatan unsur air. Unsur logam sebagai keberuntungan buminya juga harus dibentuk. Seperti halnya sebuah logam dalam dunia nyata. Jika tak diolah atau tak dibentuk, maka logam tersebut tak memiliki arti. “Berkaitan dengan kemampuan Haruka, dia harus terus mengasahnya. Dan harus dibimbing secara intens,” ujar pria 59 tahun itu.

 

Unsur logam juga melambangkan kecerdasan dan pengetahuan. Menguasai tarot harus diimbangi wawasan secara tekstual sekaligus spiritual. Sebab, tarot sangat berkaitan dengan penafsiran sinyal alam. Energi dari klien yang mengocok kartu tarot akan tersalurkan dalam kartu-kartu tersebut. Sebelum dibaca, saat memilih kartu pun berkaitan dengan energi dan faktor psikologis seseorang.

Haruka Shirakawa dan kartu tarotnya

 

Ketika kartu dibuka, maka terdapat berbagai gambar yang masing-masing berisi rangkaian simbol-simbol. Satu kartu bisa diinterpretasikan berbeda sesuai kasus klien yang ditanyakan.

 

Sedemikian rumitnya menguasai tarot tentu butuh kemampuan tekstual dan metafisik. "Karena apa yang muncul dari tiap kartu sifatnya metafisik. Energi dan konsentrasi klien dijawab oleh sinyal semesta yang memberi gambaran tentang peta perjalanan dirinya," terang ayah lima anak itu.

 

Ia mengibaratkan, memelajari tarot sama dengan memelajari seni membaca garis tangan. Secara tekstual, membaca garis tangan ada pakemnya. Namun jika didukung dengan kemampuan metafisik, aura dari garis-garis tersebut akan nampak. Sehingga pembacaan nasib seseorang akan lebih jelas dan lebih detail. Berikut menguak sifat pemilik telapak tangan tersebut.

 

"Kurang lebih sama seperti dokter. Sangat mungkin beberapa pasien yang datang dengan keluhan sama, namun penanganannya berbeda-beda," ujarnya. Perbedaan penanganan itu dilihat dari faktor usia, berat badan dan sebagainya. Kemudian ditentukan jenis obat serta kadarnya.

 

Sama halnya dengan tarot reader. Butuh kemampuan menginterpretasi arti dari satu jenis kartu. Sebab, energi dari tiap klien berbeda satu sama lain. Apa yang dialami sekaligus latar belakang terjadinya masalah pun beragam. Meski secara garis besar kasusnya sama. Maka kartu yang muncul dari tiap klien pasti berlainan. Sekali pun muncul satu atau dua kartu yang sama, memaknai atau menafsirkannya bisa sangat berbeda.

 

"Sekali lagi, jawaban dari kartu tarot itu layaknya peta. Kalau kita mau menuju sebuah tempat, terdapat berbagai jalan alternatif. Dengan kata lain, jawaban yang muncul dari pembacaan tarot, meski terlihat pelik, akan selalu menguak solusi-solusi. Tinggal klien mau memilih menjalankan solusi yang mana," terangnya.

 

"Kalau muncul kartu death, biasanya enggak ada solusi. Tapi kartu death jarang sekali muncul, sih," sahut Haruka. Dia berpikir sejenak. Kemudian melanjutkan, "Bukan, bukan artinya enggak ada solusi sama sekali. Kalau keluar kartu death, maka masalah sudah mentok. Solusinya, manusia harus menghadapi secara apa adanya," ujar gadis 18 tahun itu.

 

Bisa pula dimaknai, jika muncul kartu death, pada kasus-kasus tertentu, misalnya seseorang yang membuka usaha tapi macet, artinya usaha tersebut sudah tak memiliki harapan. Solusinya, banting setir. Membuka usaha lain. "Nah, itu lho artinya. Tarot tidak bisa dimaknai secara harafiah. Kalau cuma tekstual, bisa-bisa diartikan "Mati" begitu saja. Padahal pasti ada solusinya. Makanya saya dilatih Pite untuk menafsirkan," ujarnya.

 

Maka, chemistry antara ayah dan anak sebagai guru dan murid harus benar-benar terbangun. Keduanya harus memiliki pola pikir dan frekuensi energi yang selaras dalam spiritual. "Energi alam bawah sadar Haruka selalu mencari kesamaan frekuensi dalam diri saya. Yin dan Yang. Saling melengkapi," ungkapnya.

 

Pelajaran dan bimbingan yang diberikan oleh papanya wajib diterima dengan sungguh-sungguh oleh Haruka dan tanpa penolakan. "Memasukkan atau transfer ilmu metafisik, konsepnya harus tanpa perlawanan dan penolakan dari penerima. Sekali saja ditolak, maka keterkaitan energi di antara kami akan buyar. Haruka akan gagal," terangnya.

 

Di sisi lain, kartu tarot yang dipegang Haruka bukanlah kartu biasa. Kartu tersebut telah diisi energi. Beberapa kali papanya selalu bersembahyang dan mentransfer energi dengan meletakkan kartu tarot di altar Fu De Zheng Sheng. Dewa Bumi yang memilih Haruka pada 2020.

 

*Bersambung.....

 

(Credit Foto: Julian Romadhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *